WHAT'S NEW?
Loading...

Misteri Efek Gerhana Matahari Selama 60 Tahun


Dalam kejadian gerhana matahari terdapat misteri yang belum terpecahkan selama 60 tahun, misteri ini terkait dengan gerak anomali pendulum 
saat terjadinya gerhana matahari total.
pendulum adalah bandul yang diikat dengan seutas tali atau rantai 
Misteri ini pertama kali terjadi pada tahun 1954 oleh observasi ilmuan prancis Maurice Allais saat gerhana matahari pada tanggal 30 juni 1954. Maurice melihat, arah ayunan pendulum mengalami perubahan besar saat terjadi gerhana matahari total.
Pada saat kondisi normal perubahan arah ayunan pendulum berubah searah jarum jam dengan besar kecepatan 0,19 per menit. Perubahan dalam keadaan normal ini dianggap wajar, karena adanya rotasi bumi. 

Namun pada saat gerhana matahari total, perubahan ayun pendulum berubah 13,5 derajat dan berlawanan arah dengan jarum jam !.
Dianggap kebetulan, Mourice melakukan penelitian ulang pada tahun 1959 oktober, dia mendapat suatu kejadian yang sama terhadap pendulum, namun belum bisa menjelaskan secara ilmiah tentang apa yang terjadi dengan pendulum tersebut.

Sejumlah ilmuan fisika dan  astronomi tertarik unutk menguraika tentang Allais Efect. 
Allais Effect adalah suatu efek yang mengacu pada perilaku anomali dugaan pendulum atau gravimeters,
Pada 15 Febuari 1961 dari Romania teradapat ilmuan GT Jeverdan  yang mengamati gerak pendulum  saat terjadi gerhana matahari total. Ia menemukan bahwa gerak pendulum mengalami perubahan , gerakan melambat 1 per 2000 saat gerhana.

Para ilmuan berupaya untuk mejelaskan anomali yang dijumpai oleh Allais, namun apabila dilihat secara pandangan umum, gerhana matahari akan mempengaruhi gravitasi dan rotasi bumi, dengan adanya Allais Effect akan memperkuat bukti tersebut.

Riset T Van Flandern dari Meta Research dan XS Yang dari University of Wales Swansena di Inggris yang dipublikasikan di Physical Review tahun 2003 mengungkap bahwa anomali yang dijumpai Allais bisa jadi karena gerhana menyebabkan pendinginan di atmosfer bagian atas sehingga memengaruhi densitas dan gerakan massa udara

Sumber : nationalgeographic indonesia

0 comments:

Post a Comment