Sekarang ini lebih dari 80% populasi yang ada di bumi kita
tercinta ini dan lebih dari 99% populasi di AS dan eropa hidup pada pencemaran
cahaya, sehingga para ilmuwan dan astronom kesulitan dalam mengamati galaksi
bimasakti
"Saya berharap tampilan atlas ini dapat mengugah hati dan
membuka mata banyak orang tentang polusi cahaya, Atlas ini menyediakan
dokumentasi yang penting dari keadaan lingkungan malam, saat kita berdiri di
puncak transisi di seluruh dunia dengan teknologi LED," kata pemimpin
penulis, Dr Fabio Falchi. Falchi seorang peneliti di Light Pollution Science
and Technology Institute di Italia.
"Masih banyak generasi di AS yang belum pernah melihat galaksi
Bimasakti. Padahal ini adalah bagian besar dari hubungan kita dengan semesta,
dan itu sekarang sudah hilang, "kata rekan penulis, Dr Chris Elvidge dari
Pusat Nasional Informasi Lingkungan NOAA.
"Warga India dan Jerman yang paling mungkin untuk dapat
melihat Bimasakti dari rumah mereka, sementara mereka yang di Arab Saudi dan
Korea Selatan yang paling mungkin," kata para ilmuwan.
"Di Amerika Serikat, tempat tempat yang gelap hanya
terdapat di beberapa tempat seperti di taman nasional, tempat-tempat seperti
Yellowstone dan gurun," kata rekan penulis lainnya, Dan Duriscoe dari
National Park Service.
"Kami beruntung memiliki banyak lahan publik yang
menyediakan data dari kota-kota besar," ungkap Duriscoe.

0 comments:
Post a Comment