Pemahaman bahwa Bumi berbentuk datar tumbuh kembali layaknya keyakinan
kuno yang lahir kembali kepada masyarakat dunia.
Manusia sudah memiliki
citra Bumi sebagai kelereng biru, memotret Bumi daari saturnus sebagai
"Pale Blue Dot", dan mengirim New Horizon ke tepian Tata Surya.
Bagaimana mungkin masih ada orang yang percaya Bumi datar?
Orang-orang yang memercayai Bumi datar intinya menolak semua perkembangan ilmu
pengetahuan yang telah dicapai berabad-abad.
Mereka menganggap pendaratan Neil Armstrong di Bulan hoax! Mereka menganggap satelit sebenarnya tidak pernah ada! Mereka percaya bahwa Matahari jaraknya hanya 4.000 kilometer!
Alasannya?
Tulisan VICE.com pada 2014 mengungkap, mereka yang meyakini bahwa Bumi datar percaya bahwa matahari selalu berada di Tropic Cancer dan Capricorn, yang berarti jaraknya kurang dari 5.000 kilometer dari Bumi.
Bukti Bumi datar menurut orang-orang yang meyakininya bisa diketahui saat terbang dengan pesawat.
Penumpang selalu diberitahu bahwa pesawat terbang dengan ketinggian tetap setelah stabil di udara. Menurut pemercaya Bumi datar, jika Bumi bulat, seharusnya ketinggian terbang tak pernah tetap.
Mereka menganggap pendaratan Neil Armstrong di Bulan hoax! Mereka menganggap satelit sebenarnya tidak pernah ada! Mereka percaya bahwa Matahari jaraknya hanya 4.000 kilometer!
Alasannya?
Tulisan VICE.com pada 2014 mengungkap, mereka yang meyakini bahwa Bumi datar percaya bahwa matahari selalu berada di Tropic Cancer dan Capricorn, yang berarti jaraknya kurang dari 5.000 kilometer dari Bumi.
Bukti Bumi datar menurut orang-orang yang meyakininya bisa diketahui saat terbang dengan pesawat.
Penumpang selalu diberitahu bahwa pesawat terbang dengan ketinggian tetap setelah stabil di udara. Menurut pemercaya Bumi datar, jika Bumi bulat, seharusnya ketinggian terbang tak pernah tetap.
Pseudosains
Profesor astrofisika dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa pandangan Bumi datar terlalu mengada-ada.
"Itu pseudosains," katanya.
"Orang-orang awam memercayainya karena seolah-olah pandangan itu ilmiah padahal sebenarnya tidak ada dasarnya sama sekali," imbuhnya ketika dihubungi Kompas.com, Senin (11/7/2016).
Profesor astrofisika dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa pandangan Bumi datar terlalu mengada-ada.
"Itu pseudosains," katanya.
"Orang-orang awam memercayainya karena seolah-olah pandangan itu ilmiah padahal sebenarnya tidak ada dasarnya sama sekali," imbuhnya ketika dihubungi Kompas.com, Senin (11/7/2016).
Ini
sejumlah bukti bahwa Bumi berbentuk bulat, bukan datar.
Orang-orang yang percaya
Bumi datar meyakini bahwa Kutub Selatan adalah dinding yang tak mungkin
ditembus.
"Nyatanya, pernah
ada penerbangan yang melewati kutub selatan, dari Afrika Selatan ke Selandia
Baru. Kalau Kutub Selatan dinding yang tak bisa ditembus, tak mungkin ada
penerbangan itu," jelasnya.
Penerbangan melewati
kutub selatan kini tak diminati sebab alasan teknis terkait suhu dingin. Pandangan bahwa satelit
adalah kebohongan belaka juga kurang berdasar. Nyatanya, komunikasi manusia
saat ini berbasis satelit.
Demikian pula keyakinan
bahwa Matahari berjarak 4.000 kilometer dari Bumi.
"Suhu Matahari
mencapai 6.000 derajat celsius. Kalau jarak Matahari sedekat itu, maka kita
akan tersiksa dan terbakar oleh radiasi dan panas," ungkap Thomas.
Ketinggian terbang
pesawat yang tetap pun sebenarnya bisa dijelaskan.
Ketinggian terbang
pesawat diukur secara relatif terhadap permukaan Bumi. Ukuran Bumi yang besar
membuat kelengkungan Bumi tidak begitu dirasakan.
"Jika kita menjadi
pilot, kita akan mampu membuktikannya," kata Thomas.
"Kalau Bumi datar,
maka dari atas kita bisa menatap daerah mana pun termasuk kutub selatan.
Kenyataannya, pandangan kita tetap terbatas."
Kalau ada kapal berlayar di lautan, manusia takkan melihat kapal itu hilang perlahan dan per bagian ketika bergerak menjauh jika saja Bumi datar.
"Jika kapal itu mendekat, kita taakkan menyaksikan asapnya dahulu, baru bagian kapal secara keseluruhan, tetapi langsung semuanya," kata Thomas.
Masih mau percaya Bumi datar?

0 comments:
Post a Comment